Monday, 22 September 2014

Selangkah demi selangkah


Termenungku  dalam diam,
ku langkahkan kaki tanpa arah yang pasti,
sejenak ku berhenti,
dan ku tatap keindahan gunung di pagi hari.

Gunung angsi berjaya ku terokai,
mendidik hati untuk berdikari,
yakin dan percaya pada diri,
kejayaan akan dimiliki.

Tergamam,terkaku ku melihat anugerahnya,
sumber inspirasi buat terapi jiwa,
kadang terleka meniti usia remaja,
rebah ku dalam meniti usia.

Tat kala hening pagi menyelebungi,
hati terasa sayu sekali,
belajar untuk berdikari,
demi keluarga dikasihi.

Aku bernafas dalam sesak  udara tak terperikan,
bersuara dalam rimba tanpa kata,
alunan buai angin menghempas mara surya,
tak lagi bernyanyi dengan dengting suara air,
hambar ku meniti kesulitan,
semangat harus diperjuangkan.






No comments:

Post a Comment